Rabu, 14 Desember 2011

Artikel:Menulis II (Wajah Baru Pemberantas Korupsi)


Wajah Baru Pemberantas Korupsi
Oleh : Meyrizka Dwinanda

            Berbagai kritik tajam yang ditujukan kepada KPK terkait integritas dalam penanganan kasus korupsi sempat menimbulkan wacana pembubaran KPK dikalangan dewan. KPK dinilai melakukan tebang pilih dalam menangani kasus korupsi. KPK juga dinilai hanya mampu mengungkap kasus-kasus kecil. Hal ini menyebabkan pemilihan ketua KPK baru dilakukan sangat selektif. Para wajah baru pemberantas  korupsi diharapkan bisa mengembalikan nama baik KPK dan mengungkap kasus-kasus korupsi.
            Terpilihnya Abraham Samad sebagai ketua KPK baru diharapkan  mampu mengisi kekosongan di kursi kepemimpinan KPK. Namun, hal tersebut menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Seperti yang  dikatakan pengamat politik J. Kristiadi, pemuda yang berusia 45 tahun ini dianggap sebagai setting politik. Banyak pihak yang  pesimis dan tak percaya Abraham sanggup menyelesaikan kasus kasus besar.
            Namun berbeda halnya dengan yang dikatakan Ketua Umum Garda Muda Nasional (GMN) Kuntum Khairu Basa yang berpendapat lain, tampilnya sosok muda di lembaga penegakan hukum di Indonesia seperti KPK, kata dia merupakan sebuah langkah positif dalam konteks kebangsaan. Hal itu juga diungkapkan  sejumlah anggota Komisi III DPR yang membidangi hukum mengaku memilih Abraham Samad karena tertarik pada komitmennya memberantas korupsi.
            Timbulnya pro kontra ini tentu tidak terlepas dari latar belakang sang ketua KPK baru itu sendiri. Tak heran jika ada pihak yang meragukan kinerja Abraham Sanmad dalam melaksanakan tugas KPK kedepannya, apalagi mengingat umurnya yang baru menginjak kepala empat dirasa belum cukup berpengalaman dalam menangani kasus korupsi. Selain itu Abraham Samad dinilai kurang memahami permasalahan yang ada di Ibukota karena ia merupakan sosok baru yang berasal dari daerah.
            Di lain pihak,  tak heran jika  ada yang setuju dengan terpilihnya Abraham Samad dengan mengingat latar belakangan dan visi misi serta janji yang diungkapkannya. Meskipun ia sosok baru di kota metropolitan, namun kiprahnya di dunia hukum telah teruji. Terbukti  sejak tahun1996, Abraham Samad melakoni profesi sebagai advokat. Tak hanya itu,  Abraham Samad juga medirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang diberi nama Anti Coruption Committee (ACC). LSM ini bergerak dalam kegiatan pemberantasan korupsi, seperti melakukan kegiatan pembongkaran kasus-kasus korupsi, khususnya di Sulawesi Selatan. Selain itu ACC memiliki tujuan mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi. Abraham Samad duduk sebagai koordinator, selain ia adalah penggagas LSM tersebut.
            Dukungan terhadap Abraham Samad juga dikarenakan visi misinya yang tegas. Visi misi tersebut ialah menciptakan Indonesia menjadi wilayah bebas korupsi  serta beberapa misinya yaitu melakukan pemetaan dan roadmap pemberantasan korupsi, merekonstruksi dan merevitalisasi tugas pemberantasan korupsi yang lebih mengutamakan pencegahan, melakukan sinergitas dengan lembaga penegak hukum serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan lembaga Ombudsman. Adapun program kerja strategis yang akan dilakukannya yaitu membangun lembaga KPK itu sendiri dengan membentuk penyidik profesional, penguatan pengawasan internal dan audit kinerja KPK, serta mengefektifkan aspek pencegahan dan partisipasi masyarakat.
Komitmen dan Kepercayaan Publik
            Melihat visi misi tersebut, banyak kalangan yang merasa yakin bahwa Abraham Samad mampu menyelesaikan tugas KPK. Hal itu juga ditunjangn dengan janji-janji yang meyakinkan. Janji-janji itu diantaranya    menyelesaikan kasus bank century, memberantas korupsi di bidang pajak dan pertambangan serta  siap mengundurkan diri jika dirinya  dinilai tidak bisa menuntaskan kasus besar dalam setahun.
            Kasus century yang melibatkan banyak pihak dan dinilai samapai saat ini belum ada penyelesaiannya. Penyelesaian kasus century cenderung berlarut-larut dan tidak ada ujung pangkalnya. Bahkan diindikasikan  banyak pejabat yang terlibat dalam kasus tersebut sehingga kasus tersebut tidak kunjung usai dan tergolong rumit untuk diselesaikan. Maka dari itu, Abraham Samad menjadikan kasus bank century sebagai salah satu tolak ukur keberhasilannya dalam memberantas kasus korupsi.
            Terkait masalah pajak dan pertambangan, banyak sekali indikasi korupsi yang menggelayuti departemen yang berkaitan dengan pajak dan pertambangan. Salah satu kasus terbesar terkait masalah pajak terbukti dengan diungkapnya kasus pajak yang melibatkan Gayus Tambunan sebagai aktor penggelapan pajak yang nilainya triliunan rupiah. Gayus Tambunan yang dikenal sebagai mafia pajak hanya salah satu dari sekian banyaknya kasus korupsi pajak. Untuk itulah kemungkinan Abraham Samad memprioritaskan tuntasnya kasus korupsi bidang pajak dan pertambangan yang banyak sekali mencuri uang rakyat.
            Komitmen  Abraham Samad untuk mengundurkan diri dari kursi kepemimpinan KPK, apabila satu tahun kerja tidak dapat menuntaskan kasus-kasus tersebut mengakibatkan ia dipercaya untuk mengemban amanah tersebut. Seperti kebanyakkan penyakit yang menjangkiti pemimpin di negeri ini adalah susah dikritik dan ingin meduduki singgasana   kekuasaan selamanya, sehingga cenderung terkontaminasi virus korupsi.
            Komitmen-komitmen yang dilakukan Abraham Samad tersebut mengakibatkan banyaknya dukungan yang menjadikan Abraham Samad sebagai ketua KPK. Karena publik saat ini rindu dan haus akan sosok pemimpin yang dapat menghanguskan virus korupsi dari negeri ini.
            Perlu disadari demi menunjang komitmen-komitmen itu maka peran serta dan dukungan masyarakat berpengaruh besar disini. Tanpa adanya keikutsertaan komponen masyarakat, pemerintahan dan swasta secara menyeluruh maka upaya untuk memberantas korupsi akan kandas ditengah jalan.  Dengan adanya dukungan dari masyarakat, diharapkan mulai dari sekarang  Indonesia akan bebas virus korupsi.
Menanti Kinerja
            Setelah terpilihnya Abraham Samad sebagai ketua KPK baru, kini masyarakat Indonesia sangat menanti perannya dalam memberantas kasus korupsi yang melanda negeri ini. Namun, kinerja Abraham seorang diri tentu saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan tim yang ada di tubuh KPK secara keseluruhan.
            Untuk itu anggota KPK yang dinilai tidak kompatibel dan telah terkontaminasi dengan sistem korupsi di negeri ini sudah seharusnya diamputasi. Karena bisa jadi anggota yang tidak solid dapat menggerogoti KPK dari dalam dan mengganggu kinerja KPK secara umum, termasuk kinerja Abraham Samad sebagai ketua KPK.
            Terlepas dari itu, seluruh masyarakat Indonesia juga seharusnya sadar akan dampak korupsi. Sehingga dapat mencegah korupsi mulai dari dirinya sendiri dan membantu KPK dalam menuntaskan kasus korupsi. Sadarnya individu masyarakat Indonesia secara umum akan mengurangi tingkat korupsi di negeri ini.
            Tak hanya itu, para pejabat dan pegawai pemerintah yang dekat dengan godaan korupsi juga seharusnya mampu menahan diri dari tindak kejahatan tersebut. Penulis hanya ingin menyampaikan bahwa sudah saatnya Indonesia bangkit dari virus korupsi dan memberangtas secara tuntas para koruptor-koruptor yang tengah merajalela di bumi tercinta. Saatnya kaum muda  yang meningkatkan kinerja-kinerja para Komisi Pemberantas Korupsi. Sebenarnya penulis sangat setuju dengan terpilihnya Abraham Samad sebagai ketua KPK, karena diharapkan dalam kinerjanya tidak takut dengan presur politik dari manapun, walaupun terpilihnya melalui proses politik di DPR RI. Menyangkut kontra yang telah dipaparkan, sebenarnya menurut penulis sebaiknya wajah baru pemberantas korupsi ini di beri kesempatan terlebih dahulu  utuk menunjukan kinerjanya. Semoga tidak tebang pilih dalam menangani kasus-kasus korupsi. Optimisme juga muncul karena terpilihnya Abraham Samad sebagai Ketua KPK merupakan kemenangan fraksi-fraksi di DPR yang menginginkan pengusutan tuntas perkara bailout Bank Century, dugaan korupsi proyek Hambalang, serta korupsi Wisma Atlet. Itu artinya Abraham Samad diharapkan bakal memimpin pengusutan perkara-perkara korupsi kakap tersebut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar