Senin, 12 Desember 2011

Bahasa Bantu (Berbagai Rumpun Bahasa di Dunia)


Berbagai Rumpun Bahasa di Dunia
I . Bahasa Indo-German
a. Bahasa-bahasa lndia:
1) Bahasa-bahasa lndia Kuno: Sansekerta, Weda
2) Bahasa-bahasa lndia Pertengahan: Prarit, Pali
3) Bahasa-bahasa lndia Modern: Hindi, Hindustani, Benggali, dan lain-lain, bahasa Gypsi.

b. Bahasa-bahasa lran:
1) Bahasa-bahasa lran Kuno: Avesta, Persia Kuno,
2) Bahasa-bahasa lran Pertengahan: Pallawi, Bagda, Saki
3) Bahasa-bahasa lran Modern: Persia, Kurda, Afganistan

c. Bahasa-bahasaArmenia:
1) Bahasa Armenia Kuno,
2) Bahasa Armenis Rusia, bahasa Armenia Turki,

d. Bahasa Albania

e. Bahasa-bahasa Baltik: Prusia Kuno, Lethuana, Latvia,

f. Bahasa-bahasaSlavia:
1) bahasa-bahasa Slavia Selatan: Bulgaria, Bulgaria Kuno, Servia, Kroatia, Slovenia,
2) bahasa-bahasa Slavia Timur (Rusia): Ukraina, Rusia Putih, Rusia Raya,
3) bahasa-bahasa Slavia Barat: Bohemia, Slowakia, Polandia, Serbia, Polabia,

g. Bahasa Takhar (Asia Tengah),

h.  Bahasa Hethit (Asia Kecil),

i.  Bahasa-bahasa Yunani:
1) bahasa-bahasa Yunani Kuno: Ronia, Attika, Doris, Aeolia.
2) bahasa Yunani Pertengahan: Koine.
3) bahasa Yunani Modern.

j. Bahasa-bahasa ltalia: oskia, Umbria, Faliskia, Latin Dari bahasa latin timbul bahasa-bahasa Romana: bahasa perancis, provence, Spanyol, Portugis, Catalonia, Italia, Rumania, Rheto Romana

k. Bahasa-bahasa Kelt: Gallia, pictia, Gaelia (pire, shot, Mank), Britania (Wels, Cornish, Breton)

l. Bahasa-bahasa German
1) bahasa-bahasa German Timur: Gotia, Nandal, Bourgondia;
2) bahasa-bahasa German Utara: Nonruegia Kuno, Nonrvegia, lceland, Swedia, Denmark; dan
3) bahasa-bahasa German Barat: lnggris, Fries, Jerman Hulu, Jerman Hilir, Belanda.

II.  Bahasa-bahasa Hamit:
a)  bahasa Mesir, (bahasa Kupti);
b)  bahasa-bahasa Berber (Tuareg, Kabil dan lain-lain).

III.  Bahasa-bahasa Semit:
a)  bahasa-bahasa Semit Timur: Assyria, Babylonia;
b) bahasa-bahasa semit Barat: rbrani, Funisia, punia, Aram, Arab, syria,
Amhar, Ethiopia atau Abesinia.

IV.  Bahasa-bahasa Ural Altai :
a) bahasa-bahasa Finlandia ugria, Finlandia, Karelia, Estonia, Laplandia, Hongaria;
b) bahasa-bahasa Samoyid (di daerah pantai Laut Arktik);
c) bahasa-bahasa Altai: Turki (osmanli, Kirgis), Mongol, Manchu, Tungu, Jepang, Korea;
d) bahasa-bahasa Aleut Eskimo.

V. Bahasa.bahasa Jafet:
a) bahasa-bahasa Kuni di Asia Kecil : Karia, Lydia, Lykia;
b) bahasa-bahasa Kaukasus: Tierkes, Georgia dan sebagainya.
Sekarang meliputi pula: Basque, Etruria dan Sumer.

VI. Bahasa-bahasa Austris:
a) bahasa-bahasa Austro Asia: Malaka Kuno, Khasi (di Assam), Nikobar, Mon atau Peguan, Khmer, Munda dan lain-lain;
b) bahasa-bahasa Austronesia: bahasa-bahasa lndonesia (Melayu, Jawa, Malegasi, Formosa, Filipina), Oceania, (Melanesia: antara lain di lrian dan Kepulauan Karolina), Polynesia (antara lain bahasa Maori di New Zealand);
c) bahasa-bahasa Tibeto Cina: Tibet, Birma, Cina, Thailand, Annam.

VII.  Bahasa-bahasa Lain di Asia dan Oceania:
a)  bahasa-bahasa Papua;
b)  bahasa-bahasa Dravida ( di Hindustan Selatan dan Barat);
c)  bahasa-bahasa Australia;
d)  bahasa-bahasa Andaman (di Kepulauan Andaman);
e)  bahasa-bahasa Paleo Asia atau Hyperborea (di bagian timur laut Asia).

VIII. Bahasa-bahasa Afrika : bahasa-bahasa Khoisan: bahasa-bahasa San (Bushman), bahasa-bahasa Nama (Hotentot).

IX.  Bahasa-bahasa Amerika:
a) bahasa-bahasa Amerika Utara: Algonkin, lrokese, Nadene, Penutia, Sioux dan lain-lain;
b) bahasa-bahasa Mexico dan Amerika Tengah: Maya, Otomi, Mixe-Zoka, dan lain-lain;
c) bahasa-bahasa Amerika Selatan : Arawak (golongan terbesar), Chibkha (Amerika Selatan bagian barat laut), Khon (Patagonia dan Tierra del Fuego), Caribia (Venezuela, Guyana, daerah Amazona), Kichua (lnka) dan lain-lain. (Ensiklopedi lndonesia, 1980: 359)

PERAN BAHASA ASING DALAM BAHASA INDONESIA
1.    Kata Pungutan (Loanwords) dari Bahasa Parsi
Anggar, anggur, atau, acar, baju, baiduri, bazaar, bedebah, biadab, bius,  bulbul, cambuk, kenduri, daftar, darji, destar, dewala, dewan, jadah (juadah), jam, jauhar, johan, domba, gandum, geram, gul, kawin, kelamkari, kelasi, kelembak, koja, kolah, kurma, lasykar, lazuardi, limau, mat, medan, murdun, nafiri, nobat, Nusyirwan, pasar, pelana, pelita, peringgi, pesona, piala, pirus, rubah, ruji, sachlat (sekelat), sah, sal, samsir, saudagar, seluar, serban, syamsir, tahta, taj (Taj-Mahal), tasmak (tesmak), teji, teraju.

2.   Kata Pungutan dari Bahasa Tamil
apam, bagai, batil, belengu, kapal, kari, katil, kedai, kedelai, keledai, kerampagi, kodi, kolam, kuil, kundai konde), ladam, lebai, logam, mahligai, mangga, manikam, mempelai, merikan, metani, modal, nelayan, nilam, perisai, peti, pinggan, pualam, putu, segala, santeri, talam, tambi, tandil, terusi, tirai, cemeti, cerpelai, cepu, ceti, tolan, upam.

3.   Kata Pungutan dari Bahasa Portugis
alketip, almari, beledu, bendera, beranda, bola, bolu, boneka, dadu, jendela, eskader, gancu, gardu, garpu, gelojoh, geradi, gereja, mundur, istighfar (?), kaldu, karabin, kedera, keju, kemeja, kereta, lentera, mandur (mandor), martil, meja, mentega, merinyu, meski, murang, natal, nyonya, orifis, paderi, palsu, paltu (palto), pantolan, pelangkin, peletu (falto) pelunr, peniti, pesta, pelor, pita, pitar, picu, piung, soldadu, senyor (ita), teledor,  tembakau, tempoh, tenda, teratu, terigu, terongko, terwelu, tinta, tuala, wizuarai, cenala, cipiau.
4.   Kata Pungutan dari Bahasa Perancis
abonemen, absolutisme, amandemen, ambaSade, ambasudur, ampelop, anomali, apel, apropo, artis, atase, baron, begasi, berokat, bilateral, buletin, burjlais (borjuis), debit, deduktif, dekor, dekoratif, demisioner, detail, dialek, dinasti, diplomasi, diplomat, direktur, direksi, dikte, disertasi, distribusi, ekses, eksklusif, ekskursi, ekssorbitan, ekspansi, ekspres, emosi, evakuasi, evaluasi, episode, eskadron, estafet, faktur, fakultatif, faset, galan, galeri, garasi, hipotek, hipotesis, hotel, ilegal, ilustrasi, imigrasi, imitasi, valid, kafe, kado, karantina, karton, kasasi, kauseri, komandan, komando, komunike, komite, kompas, komplet, komponis, kompromi, kudeta, kurir, labil, lose, losmen, manset, marsose, meleset, melodi, milium, mineral, mode, momen, normal, pakansi, (vakansi), panili (vanille), pantasi (fantasi), parlemen, pasasir, paten, pergedel, premitif, persis, pesosir, pion, populer, presiden, proses, prospektus, retur, rolet, royal, sobat, salon, saluir, sampanye, saus, selai, sepeda, sirkuler, sita, steril, tablet, teras, torne, totaliter, uni, (Uni Eropah).

5.    Kata Pungutan dari Bahasa Latin
auditorium, abnormal, ad interin, ajektif, aera (era), aequator, akta, aktual, akuarium, album, alias, alibi, alinea, animo, anno; anonim, anus, a priori, arbiter, arsip, arsitek, asosiasi, aula, autentik, basis, bonafide, datif, dato, datum, debet, de fakto, deka, delik, diagnose, diktator, dilemma, dilivium, diploma, disagio, disiplin, disipliner, diskonto, diskredit, diskusi, dividen, dogma, dosen, dosir, drama, duplo, efek, efektif, eksamen, ekspasi, akspedisi, eksta, ekstrak, epos, era, erosi, fakto, faktor, genus, gratis, idem, interim, kamera, kardinal, karikatur, katalogus, ketegisasi, kausatif, kredit, krisis, kohesi, kolese, koloni, komisaris, kongkuren, kongsul, kontak, korupsi, kubus, kultur, kursus, legio, lepra, lisensi, logaritma, logika, minimum, minus, molekul, motor, musium, neto, nihil, non, nota, notaris, oase, pagina, pisa (visa), pisik (fisik), resensi, resep, resepsi, risiko, santa, senat, senior, sensor (sensur) solo, tema, teror, tipes.
6.    Kata Pungutan dari Bahasa Yunani
amuba, analisis, analogi, anarki, anatomi, anemi, anterosi, anti, aorta, apotek, arena, aroma, asbes, atom, axioma, delta, demokrasi, diet, disentr:i, dogma, dram, dualis, eksogami, embrio, epos, eter, hiena, higiena, himne, hiper, hipnose, histeri, lstambul, kategori, lo, lepra, mikro.
7.   Kata Pungutan dari Bahasa Cina
anglo, bak, bakmi, bakpau, bakso, cakiah, capcai, cincau, ciu, dacing, ebi, engko, encit, engkong, erong, gincu, gua, huk, imlek, cincin, injin, jitu, jicing, kipsiau, kenceng, koa, kongsi, kuntau, kuncit, kucai, langkan, leci, lokcuan, loktong, loleng, lotek, loteng, lotong, lu, lung, mi, mik, ngolo, pangking, panglong, pekong, pecai, pi, popi, sampan, sempoa, sengse, singkek, singkong, singse, soja, tahang, tansi, tauge, taucang, teh, teko, tekpai, teng, tepekong, tekpoh, camca, capjiki, cat, cawan, ceki, centeng, cia, cingge, cincai, coken, contoh, culan, cun, cunia, toko, tongkang, tukang, tui, tauke. ue, ucui, upau, wangkang.
8.   Kata Pungutan dari Bahasa lnggris
bungalow, belangkin, belacu, belati, berandi, boikot, jalibut, jenderal,  jentelmen, jil, joki, dolar, genggang, gobnor (gubernur), goal, interpiu, inci, kop, kes; kios, kintal, kubis, lo, loyar, majistrat, mail, objek, opis, pensil, perekik, piknik, sains, setori, stengun, subjek, tim.

9.   Kata Pungutan dari Bahasa Belanda
abstrak, advis, adopsi, ajudan, administrasi, admiral, adpokat (advokat) akademi, aksen, aktif, akur, amatir, amandemen, amnesti, amoniak, andil, anekdote, anemer, anemometer, amimisme, aneksasi, anuitas, antagonisme, antagonis, antene, anteseden, antik,' antipati, antitesis, aparat, apoteker, aerometer, aristokrasi, arloji, artikel, artileri, as, aspal, asisten, asuransi, aspirin, asma, asbak, teis, ateisme, atlas, atletik, atlet, auto, autobiografi, autokrat, autokrasi, automatis, automobil, autonomi, autonom, autoriter, bagase, bal, balans, balkon, balet, balok, balon, bandit, ban, banderol, barometer, bao, basil, bangku, bangkrut, barbar, barometer, belasting, belek, blok, blek, beslah, bestir, beslit, bestel, beton, bigami, bilyar, bioskop, biskuit, bistik, blokade, bom, bon, bonbon, bar, bordir, bui, bumel, bUndel, bus, dam, departemen, deposito, depisi, diameter, diktat, dinamo, dinas, dim, dirigent, distrik, jangkar, jinewer, jelus, jongos, dobol, dobrak, doktor, domine, donatir, dosis, dosen, duit, edisi, egois, ekonomi, elastis, elektro, elektronik, ember, engsel, esetiket, gaji, garansi, gelas, generasi, geranat, gerip, geripir, gitar, got, halte, ideologi, idium, imperalis, impor, importir, imun, inisiatif, inspeksi, instruksi, instrumen, intelek, introdusir, intunisi, irigasi, irigator, ironi, kabinet, kadaster, kabel, kader, kaledoskop, kalender, kalkun, kamar, kampium, kandiclat, kantin, kantor, kapital, kapitulasi, karbit, karbol, karcis, kas, kasa, kasir, kaspe, kastroli, katrol, kelas, kelasik, kelasikal, kelerek, kemendur, keneker, kerami, kohir, kol, kolaborator, kolom, kolonel, kolonial, kolonisasi, koma, kombinasi, komendur, komentar, komidi, komis, komisi, kompeni, kompensasi, kompetisi, komplit, kompor, kompres, kondektur, kongkol, koperensi, konsep, konsumen, kontan, konteler, kontrak, kop, kopor, kopra, kopral, koreksi, koresponden, koterek, kuartal, kualitet, kubik, kulkas, kusir, labrak, lak, laken, lap, lapor, laci, leger, linen, listrik, limodane, lis, loji, logis, loket, lokomotil, loper, los, losin, lot, lotere, mayor, makelar, maksimum, mami, mandat, mangkir, mantel, Maret, marsekal, maskapai, massa, mekanika, mesin, metode, mil, mil!, milisi, militer, mobil, mobilisasi, model, modern, monopoli, montir, mosi, munisi, musik, nasional, nekel, neces, netral, nol, nomor, nona, noni, nonsen, olanda, onder, ongkos, opas, ons, oper, operasi, opisit, opsiner, opsir, organisasi, orgel, oto, pabrik, pajak, panci, pap, paviliun, parade, paraf, pakem, paket, pamili (famili), panik, partai, partikulir, pas, pasat, paselin, pasif, pasmat, pasmen, pelakat, pelanel, pelekat, peles, pelesir, pelester, pelitur, peluit, pena, pening, pensiun, per, peraklek, perangko, peranye, perbal (verbal), perban, pergol, preman, perlof, permis, peron, protes, perslah, persekot, persen, persil, personil, persal, pes, peci, pil, pipa, piskal, pispot, pistol, pitamin (vitamin), pokrol, polet, polisi, politik, pompa, pokat, (advocaat), pondamen (fundamen), ponis, (vonis), pontew, persekot, porstel, porsi, potret, pos, posisi, positif, pospor, poswesel, pot, potensi, potlot,'produksi, proklamasi, promotor, proganda, propinsi, (provincie), publik, puyer, pulpen, putbal (vutbal), rad, radikal, rangsum, rapor, ratifisir, reaksi, reaksioner, realis, redaktur, redaksi, reduksi, register, reglemen, rehabilitasi, rekan, rel, relasi, rente, repetir, revolusioner, rodi, rok, roki, rol, rompi, ros, roskam, saku, salef, sandal, sardencis, segel, sekak, sekal, sekaut, sekering, sekertaris sekretaris), sekilwak, sekip, sekolah, sekon, sekongkol, sekop, sekopong, sekors, sekoci, seksi, sektor, sekunar, sel, selada, seladeri, (seledri), selompret, semen, semokel, seminari, semur, sen, senapang, senel, seng, sentimen, sentral, sepel, sep, seperai, sepion, seperitus, sepon, sepor, sepur, serbet, serdadu, sertifikat, stabil, setaf, setar, setel, stasiun, setat, seteleng, seteling, setem, setempel, seterap, seterika, setrum, setrup, setif, setirman, setiwel, setolop, setom, setop, setopoles, setor, studen, simbul, simpati, simpatik, sintesis, siniwen, sipil, sipilis, sipir, sirene, sirkol, sirsak, sol, solder, som, sonet, sopi, sopir, subak, subjektif, subsidi, takal, tambur, taplak, tapioka, tarif, tarcis, tebese, teken, telat, telegram, telepon, teleskup, televisi, temperatur, ter, terali, terapi, teriko, tering, termometer, termos, truf, titel, topi, torpedo, total, tuter, wagon, wesel, wet, wiski, wortel.

10.                 Kata Pengutan dari Bahasa Arab
abad, abadi, abdi, abjad, abu, ahad, ahlan-wasahlan, ahli; ahlulbait, ahlussunah wal-jamaah, akbar, akhir, akhlak, akhirulkalam, adab, adat, adil, azab; ajaib, ajal, afiat, afdal, ahkam, aib, akad, akal, akbar, akekah, akidah, akik, akil, akrab, alamat arat, aljabar, alim, alkali, alkimi, alkisah, alkohol, almanak, almarhum, amal, aman, amanat, amar, amin, amir, amsal, abia, anasir, apal, afiat, apium, arak, aral, aras, arif , asal, asar, arwah, asas, asik, asli, aswad, awat, awam, azab, azal, azali, azan, azimat, azza, aziz, bakhil, badan, bahar, barokah, baki, balad, baliq, balok, bani, bauah, barzanji, basir, batal, bahari, bait, baitulmal, baitullah, baka, bidak, bidah, bissawab (wallahualam), khadam, kaemah, khair, khayal, khalayak, khalifah, khalik, khalis khamar, khamis (kamis), khandak, khas (khusus), khasiat, khasumat (kesumat), khatam, khatib, khat (khatulistiwa), khawatir, khazanar, khianat, khilaf, khotbah, khurma (kurma), dabus, dajal, daerah, dahsyat, daif, dakwa, dalalah, dalil, darajat, darus, darurat, darussalam, daur, dawam, dawat, din, dinar, dirham, jabal, jabar, jadual, jahanam, jauhar, jahil, jahiliah, jaiz,jalajat, jalal, jalil, jalis, jamaah, jamal, jamik, jamiah, jamil; jamrut, jamin, jarab,jariah, jariat, jasad, jasmani, jawab, jidar, jihat, jilid, jumat, jin, jisim, juadah, jubah, jumlah, junub, doa, dubur, dudul, dunia, eja, itikad, faal, fadilah, failasup, talak, falsafah, faraid, fajar,faedah, fardu, fardu'l ain, fardu'l kifayah, Farsi, fasal, fasih, fatah, fatihah, fatur, fatwa, fiil, firdaus, faham, fakir, falak, fana, fitnah, fitrah, fitri, fuat, fulus, futur, fikir, firasat, gaib, gairah, gambus, habib, habibah, habsyi, had, hadas, hadiah, hadir, hadirat, hadirin, hadis, hajar, hayat, hak, hakikat, hakiki, hakim, hal, halal, hakul yakin, hamil, hamzah, hanafi, harakah, haram, hasan, hasil, hasrat, hatta, haur, hawa, hibah, hebat, hemat, heran, hewan, hidayah, hijrah, hikayat, hikmat, hisab, hormat, hujah, huda, hukum, huruf, ibadah, iblis, ibnu, ibtida, ikhlas, ihtiar, ihtilaf, ihtisar, ihwan, id, iddah, ijab, iiazah, izin, ijmak, ijtihat, ifrit, ihram, ihsan, ihwal, iklam, iklim, ikrar, ilahi, insaf, insan, ilmu, iman, imla, iradat, isa, isarat, isbat, isim, islam, istiadat, istiham, istigfar, istilah, istinja, istirahat, istimewa, iktidal, iktikad, ifrit, ijajil, istikharoh, yahya, yakin, yakni, yakub, yakut, yatim, yaum, kahbah, kabil, kabir, kabisat, kabul, kadar, kadi, kadino, kadir, kafilah, kafir, kalam, kalbu, kalimah, komariah, kamil, kamis, kamus, kandil, kapan, karib, karim, kasad, kerabat, kesumat, keparat, katib, kaul, kaum, kaus, kemah,keramat, kertas, kiamat, kian, kias, kiblat, kifayah, kimia, kisah, kismis, kitab, kopiyah, kotbah, kuat, kubah, kubur, kudus, kufur, kuliah, kun, kupu, kuras, kurban, kurya, kursi, kurun, kutub, kafilah, kasidah, kazanah, lahir, lailah, laknat, latif, lezat,lazim, lillahi, lisan, liwa, logat, lohor (Luhmafuz), makhluk, madrasah, magrib, magribi, mahar, mahdi, mahir, mahkamah, mahmud, mahsyar, mayat, majelis, majemuk, majenun. mukjizat, majusi, madrasah, makam, makar, mahbul, makruh, maklum, makmur, makna, maknawi, makrifat, maksiat, maksud, maktab, maktub, makzul, mal, malaikat, Malik, maklum, makmur, mantik, manzil, marhaban, marhum, rnakrifat, martabat, makruh, masalah, maseh, masehi, masygul, masyhur, masya Allah, masyrik, maujud, maula, maulut, maut, mazhab, mazkur, mazmur, Medinah, melarat, menal'a, mesjid, mihrab, Mikail, milik, mimbar, mirn, mikraj, misal, misbah, miskin, mistar, modin, mogol, mohallil, mufakat, muallaf, muallim, muazzin, mubah, mubarak, muazzir, mukalaf, mukhalifah mukhlis, muhktasar, mudarat, mujahadat, mujahidin, mukjizat, rnujtahid, mufti, muhabbah, muhajir, Muharrom, muhrim, muhsim, muhtasyam, mukadas, mukadimah, makaram, mukim, muktabar, muktamar, 'muluk, munajat, munafik, mungkar, mungkin, mungkir, Mungkar wa Nakir, munsyi, muntaha, mur, murid, mursyid, murtad, musafir, musolla, musim, musyawarah, musykil, musyrik, musytarik, musytari, muslihat, muslim, muslimat, mustajab, mustafa, mustahil, mustakim, m.ustapa, mutalaah, muktamar, muktazilah, muilak, muzakkar, na naam, nabi, nadar, najis, nafakah, nafas, nafsi, nafsu, nahas (naas), nahi, nahu, naib, nas, nasihat, nasib, nadar, nazar, niat, nifas, nikah, nikmat, nisbah, noktah, nurbuat, nujum, Nuh, nun, nur, nutfah, paham (faham), fakih (fakir), faraid, farat, fasah, faseh, fatihah (al-fatihah), peduli (faduli), perlu, fiil, pikir (fikir), polan (fulan), pulus (fiulus), Rab (bi), Rabu, rajam, rafik, fahim, rahman, rahmat, rakaat, rakyat, ralat, ramal, rasyid, resmi, rasul, ratib, rebab,  reda, rehab, rela, riak, rejeki, riba, rijal, ridwan, risalah, riwayat,'.Foyan, r'ubai, rubiah; rujuk, ruh, rohani, rukyat, rukuk; rukun, rumus, saat, sa’ban, Sakban, sabar, sabil, Sabtu, sabun, sadaka, sadar, sadariah, sajadah, sajak, saf, sah, sahabat, syahadat, saham, Sahib, sahur, sahwat, said, sais, sejarah, syak, sakal, salam, salat, salatin, salawat, salju, saleh, salib, salim, Sam, samaun, syamsu, sanat, saraf, sarwal (seluar), saum; saur, sawab, Syawal, sebab, sedati, sedekah, sejarah, sehat salamat, Selasa, selawat, Senin, serbat, serikat, siang, siar, siarah, siasat, sidi, sijil, sifat, sihir, silap, siasat, sidrat (Sidratulmuntaha), syukur, soal, subuh, sukur, soal, sujud, sufi, sultan, suluh, sunah, surat,'taajub, taala, taat, tabiat, tabib, takbir, tablig, takhayul, tajalli, taju (Tajussalatin), tajwid, tafakur, tafsir, tahajud, tahkim, tahlil, tahmid, takabur, takdir, taklid, takrim, takzim, talak, takluk, tamak, tamaddun, tamar, tamasya, tamat, tamsil, tarat, tarawih, tarbantin, tarjama, karekat, tarikh, takrif, tasauf, tasbih, tasydid, taslim, tasrif, tasyrik, taufik, tauhid, taurat, tawajuh, tawaduk, tawaf, tawakal, takwil, tawarih (tarikh), tadarus, tekad, takabur, tepaut, tepekur, terawih, terbus, taufah, terjermah, tertib, tasbih, topan, ujud, uduk, ulama, umat, umrah, umum, umur, undur, usali (asli), ustaz, usul, uzur, wadi, wajah, wajib, wafat, wahdaniah, wahid, wahyu, wakaf, wakil, waktu, walad, walakin, walau, wali, wallahi, wallahu, aklam, waris, warkah, wasiat, wasit, wassalam, wau, wazir, wilayah., wirid, wujud, wuduk, zabaniah, zabur, Zaid, zain, Zainab, zaitun, zakar, Zakaria, zakat, Zakiah, zalim, zaman, zamin, zamrud, zamzam, zarrah, zat, ziarah, zikir.
E. Peran Bahasa Klasik dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Bahasa lndonesia
Bahasa Klasik adalah dialek temporal yang dianggap mewakili jumlah perkembangan kebudayaan pemakainya dan mempunyai kesusastraan yang penting, misalnya: bahasa Sansekerta, bahasa Kawi/Jawa kuno, bahasa Melayu lama, dan sebagainya.

1. Peran Bahasa Sansekerta
Seperti kita ketahui bahwa bangsa lndia telah masuk ke Nusantara (lndonesia) ini sejak awal abad Masehi tahun 78 M yang menyebarkan bahasa dan kebudayaan sampai abad ke-16 yaitu jatuhnya kerajaan Majapahit. Bahkan, menurut dongeng bahwa bangsa kita itu mengenal aksara (dapat baca tulis) sejak Aji saka mengajarkan: ha, na, ca, ra, ka,
dal, ta, sa, wa, la, pa dha ja ya nya, ma ga ba tha, nga.


a. Kosakata Serapan dari Bahasa Sansekerta
Demikian besar pengaruh bahasa Sansekerta ini sehingga banyak sekali kosakata yang merupakan kosakata serapan dari bahasa tersebut. Kosakata serapan dari bahasa Sansekerta adalah sebagai berikut.
agama, alpa, angkasa, angkara, angsa, aniaya, anugrah, arca, asa, asrama, atau, bagia, bahagia, bahana, bahari, bahaya, bahasa, bahtera, baiduri, baju (waju), bala, balai, batara, baca, beda, bejana, begawan, bela, belantara, belia, benda, bantara, bencana, berahi, berita, niaga, bestari, biaya, biara, biasa, bidadara, bidadari, bidan, bijak, bijaksana, biduan, biku, bila, binasa, bicara, boga, buana, budaya, budi, bujangga, bumi, bupati, cabai, cahaya, cakra, canda, candal, canderasa, cara, catur, cedera, cemara, cempaka, cenangga, cendana, cendira, cederawasih, cengkerma, cerana, cerawat, ceria, ceriga, cerita, cerna, cerca, cetera, cinta, cintamani, ciri, cita, cuka, cula, dadih, daksina, danawa, dana, denda, dara, dasa, dekar, delima, dina, derita, derma, desa, dewa, dewangga, dewasa, dewi, dini hari, dipati, diraja, dirgahayu, jagad, jaksa, jala, jambu, jana, jampi, janda, jaladri, jelma, jentera, jentayu, jentara, jiwa, jogi, juta, dosa, dua (dwa), duka, dupa, dur, dura, durja, durjana, durhaka, dusta, gada, gajah, gala, gaya, gana, gandi, gangsa, gangga, gembala, gumpita, gentala, gergaji, gerhana, giri, gita, gua, gulana, gulita, guna, guntang, gurita, guru, harga, harta, hari, hasta, hina, istana, isteri, yojana, yoga, yuda, yuta, kala, kama, kana kanaka, kangsa, kanta, kapas, kapur, kara, karma, karunia, karena, kata, kasta, kelahi, kemala, kemboja, kenya, kencana, kosa, Korawa, kota, kuasa, kumba, kusa, kusta, laba, labu, laksa, laksamana, laksana, Laksmi, langkara, lata, lena, lenggara, lepa, ragam, rahasia, rahu, raksasa, raksi, Rama, Ramayana, lingga, loka, mada, madu, madura, maha, mahkota, maya, mala, malai, Malaya, Malaka, malakama, manah, mastera, manu, manusia, mara, marga, masa, meditasi, mega, megat, melati, mena, mengkara, menteri, merdu, merdeka, merpati, Meru, mercapada, mesra, meta, mulia, muna, mula, murka, murti, murca, nirtiara, musna, nada, nadi, naga, nama, nara, naraka, nata, nawa, negeri, neka (aneka), neraca, nestapa, nila, nir, nira, nirmala, nista, niskaya, nyata, nusa, padma, paduka, pahala, paksi, pala, Pandawa, panca, pancabicara, pancaroba, pancawarna, papa,  pekerja, pekerti, penjara, punggawa, pendeta, perabu, perdana, peristiwa, perkara, perkasa, permaisuri, permana, permata, purnama, persada, pertiwi, percaya, perwara, perwira, petala, peta, peterana, pura, purusa, purba, puri, purna, purnama, purwa, puspa, puspita, pustaka, putra, putri, raja, rani, rasa, ratna, Rawana, reka, rencana, resi, restu, roma, rupa, sa (esa), saba, sabda, sadu, sahaja, sahaya, sayembara, seksama, saksi, sakti, sarna, samadi, sami, samudra, sandera, sandi, sandiwara, sanggama, sapta, saran, sari, sanrua, sasa, satwa, sarjana, sedia, sediakala, sederhana, sejahtera, sejati, segara, selembana, selesma, selira, seloka, semesta, sempana, sempurna, semua, Sena, senapati, sendawa, senja, senjata, sendu, sengaja,  sengkela, sengketa, sengsara, sarana, seranta, serapah, serasi, serati serba, serangga, seri, sri, srigala, sarpa, seroja, serlak, setria (ksatria), seteru, setia, sewaka, sida, suganda, siksa, sila (Pancasila), singa, singgasana, Siwa, suaka, suara, suasana, sukacita, suksma, sula, sundara, sundari, sunyi, sunti, sura, Suralaya, surga, surya, susastra, suta, sutera, suci, tahana, tata, tapa, tatkala, teja, telaga, tembaga, tenggala, tentara, terka, teruna, tuna, udara, umpama, upaya, upacara, upeti, usaha, usia, utama, utara, walimana, wana, wangsa, wanita,warga, warna, warta, waruna, wasi, weda, widadari, wijaya, wisata, wiwaha, wacana.

b. Seloka-seloka dari Bahasa Sansekerta
Ada beberpa seloka dari bahasa Sansekerta yang rnasih digunakan sampai sekarang, misalnya:
- Bhinneka Tunggal lka
- Swa Bhuwana Paksa
- Kartika Eka Paksi
- Jalesu Bhumyamca Jaya Mahe
- Jalesveva Jaya Mahe
- Parasamya Purna Karya Nugraha
- Samyakarya Nugraha
- Ekaprasetia Pancakarsa
c. Mitos yang ada hubunganya dengan sastra seperti :
- Cerita Aji Saka
- Ki Ageng Selo
- Anantabhoga
- Triwikrama Wisnu menurut paham Hindu dan Pewayangan.

2. Peran Bahasa Kawi dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Bahasa lndonesia
Bahasa Kawi atau Jawa Kuno atau lndonesia Kuno yaitu bahasa yang digunakan oleh penyair atau pujangga. Bahasa Kawi ini mempengaruhi bahasa daerah kuno di seluruh Nusantara, seperti bahasa Aceh Kuno, Batak Kuno, Minangkabau Kuno, Sunda Kuno, Jawa Kuno, Bali Kuno, dan sebagainya.
Kata pungutan dari Bahasa Kawi dalam Bahasa lndonesia adalah sebagai berikut. among, arca, asa, asmara, astana, istana, bagaskara bagaspasi, bantala, bancana, batara, batari, bawana, belasungkawa, bijaksana, bilik, bimbang, bini, bratayuda, budaya, budidaya, bulu, bukti, busana, campur, candana, caritra, ceritera, carmin, cipta (cipta-rasa-karsa), datuk, jariji, jernih, jelma, juga, judi, jumantara, jurit, juwita, jelita, indah, esa, gatra, gerak, gumul, guruh, hening, hyang, hulu, ika, indung, inum, irir, yogya, kadaton, karaton, kaendran, kahyangan, kayungyun, kaprawiran, karya, kartika, karuhum, kasmaran, krama, labuh, laju, laga, lagu, layu, lama, lambang, laris, lawan, lawad, lemak, lenyap, madya, maha, malige, mandala, manjur, mantra-mantra, manus, mangga, marana, marga, mahaguru, maharaja, mahasiswa, mahasuci, mandiri, manik, manikam, manuju, magang, mardika, merdu, mestaka, moga, muksa, musna, mutyara, narendra, naranata, naradipati, narpati, nestapa, netra, tunanetra, tunarungu, tunasusila, tunakarya, tunawisma, tunadaksa, nirwana, nugraha, nusa, nusantara, mengejawantah, nglukis, ngrusak, ngumbara, padepokan, pagawai, pageh, pahala, payudara, pakarti, pakaryan, paksa, paksi, palagan, pamiarsa, paminta, pandhega, pandhekar, pandhita, panjara, panji, panti, panutur, pangantin, pangeran, panglima, papan, para, parang muka, paripeksa, paripurna, parsada, pasangiri, pasewakan, pala, patah, patani, patik, peka, penat, perjaya, permadani, pidana, pinang, pinta, pinggul, pinggang, peralaya, pramugari, pratala, pratiwi, prawara, prawira, pribadi, punah, punggawa, purba, puri, punrua-madya.wasana, pusara, radyan, rajasiwi, rajasunu, raharja, raya, rama, rara, raseksa, raseksi, rata, rati (ratih), ratu, rerem, resmi, rimba, sagala, salah, sambut, sampat, samudra, sandi, sandiwara, sanityasa, sanubari, sanggama, sangkala, candrasangkala, sarjana, sari, sewa, sekar, sekti, semadi, seram, sereh, sidhem, sigit, sigra, sihung, siku, silih, sinar, sinom, sinuhum, singgasana, siswa, siwi, syapa, sogota, sor, sowe, sodara, suksma, sayembara, swasana, swadana, swadaya, swasembada, swakarsa, swasta, takut, (tamak?), taman, tamtama, tasik, tumbang, tenang, lihang, tilam, timpang, triwikrama, tribawana, tribuwana, tuli, tunduk, tuntas, tuc, tutwurihandayani, tuwan, upakarti, upama, wadyabala, wanodya, wangkewaranggana, weli, wenang, werda (werdha), Winisudha, wuntu, wunuh, wuri.
3. Peran Bahasa Daerah dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Bahasa lndonesia
Bahasa daerah adalah bahasa yang dipergunakan penduduk asli suatu daerah. Dalam wilayah multilingual, bahasa ini dipertentangkan dengan bahasa persatuan, bahasa nasional atau linguapranca. (Ensiklkopedi Nasional lndonesia, 1989:53).
Di lndonesia yang terdiri lebih kurang antara 400 sampai 600 bahasa daerah ini akan berperan penting sumbanganya terhadap pertumbuhan dan perkembangan bahasa lndonesia, antara lain:
a. Kata Pungutan dari Bahasa Minangkabau dalam Bahasa Indonesia
acuh, acung, andalas, anggam, basa basi, bayar, beres, beralah, berbondong-bondong, buhul, budur, bulalai, buyung, cemooh, cendorong, ceniang perenang, bahak, bandar, belerang, bincang, borek, bubun, cambut, celak, cengkok, cencong, cibir, cilok, cundang, dubalang, duga, dulang, derobos, eboh, esok, ejan, elus, gabuk, gadang, gaduh, gagang, gagau, gala, ganggang, gangsir, gantil, gara, garang, garing, garis, gawal, gamang, gelogok, gendeng, gepuk, gerobak, gerayang, gerung, gigih; gigir, gili, girik, gontai, gulanggulang, gunjing, gecar, hantam, huni, hang, hasan, heboh, haru, igau, ilak, imbau, inkar, jabang, jakun, jalang, jalin, jalu, jambak, jangkir, janjang, jarang, jerat, jipang, jombang, jorok, julur, kakas, kancah, katai, kemanakan, kenek, kepinding, kepoh, kepundan, kecundang, kokoh, kabung, kakap, kalam, kaliki, kece, kelam, kemas, kepinding, kerabu, kongkang, kudian, kumuh, kupiah, lgsuk, kutak, kutil, kutung, lajang, lekang, lamban, lampis, langgam, langkai, lapur, larai, lepai, lepoh, limpit, loloh, lomba, luyu, luluk, lumar, mantri, mentari, menteng, mukin, nambat, ngangkat, ngarai, ninik, niur,
nyamur, nyinyir, oyak, onggak, pameo, pangur, panto, paran, parapati, pedato, penghuni, petitis, piawai, pinggul, pinjak, pitanggang, picing, polongan, puasa, puja, puji, puti, ranah, ranjang, rancah, racak, reguk, reia, rimah, rudi, rumbu, rompang, ruruh, sanjung, sangar, semarak, sambar, serampak, serentak, simpuh, senajan, sondok, songkeh, sosoh, sundut, tarnbo, turang, tambuh, tanggah, tangkar, tungkai, tangkas, tantang, tapuk, tarung, tumpak,
tengguli, tengkarah, ubat, uni, uda, unyai, ucu, urang, undung-undung.
b. Kata Pungutan dari Bahasa Jakarta dalam Bahasa lndonesia
alot, amblas, ambring-ambringan, ambruk, ambrol, ampek, ampela, angsang, angklung, antep, apes, babakan, babak belur, bacok, bacot, baham, bajing, bajul, balang, bandel, bandot, bangor, banter, bebek, bebenah, bedal, begundal, bekisar, belatung, belengkok, bengong, bentak, berabe, berendeng, berengos, berisik, berondong, beruntusan, besaran, bianglala, bodo, bogem, bonceng, bopong, borgol, bongsang, bontot, brengsek, bujangan, buncitan, bungkil, butut, buyar, babal, bangsat, banyol, barusan, becek, belon, borok, bongkol, calo, caplak, capung, cegat, cemberut, ciut, cokol (bercokol), colong, colot, comot, congek, copot, dedaunan, doang, dobol, dobrak, dong, domplangan, dongkol, dorna, doyan, duda, dusin, eceng, egol, egos, elon, embel, empok, empos, encek, encer, encot, endon, endus, enek, engap, enggak, enjot, entar, entong, eretan, gabuk, gabung, gadang, gagap, gagu, gampar, ganda, ganyong, garong, gablek, geblok, gelagat, geladah, gerebeg, Eesit, giat, gebuk, gedor, gelagapan, gejos, geledek, geming, gentar, gencet, gendak, gengsot, genit, gentayangan, gerayang, gergajul, gerimis, gerogot, gerontang, gerumut, gesit, getas, getek, getok, getol, getun, gin, golok, gondrong, grogot, gundal, gusur, hibuk, icip, ijo, ijon, impang, impas, iseng, jabel, jail, jambiang, jambret, jangkung, japu, jebol, jebur, jeding, jejaka, jelamprang, jelentik, jeli, jelalatan, jempalit, jenggot, jengker, jingkrak, jirat, jitak, jeblos, jodo, jorok, jublek, judes, jumput, jungkal, juntrung (an), jurik, kabur, kocoak, kagak, kagok, kalong, kasima, katel, katimun, kebul, keder, kedorong, keki, kekudung, kelak, kelanggar, kelebu, kelelap, kelengar, kelibat, kelindas, keluih, kempis, kempot, kemu, keren, kelewat, ketemu, kecelek, kongkalingkong, kabar, kondangan, lampes, latur, lacur, ledak, lenggut, lepat, limpah, lisong, licik, loak, lumas, luber, mamapir, mandek, macet, medok, mendadak, mendusin, mirip, monyet, nanjak, ngapa, ngelolok, nyali, nyolong, noda,. nongkrong, obrak, obrol, ogel, orok, padasan, pengkol, pengkor, pepes, perana,     (hlm. 35)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar