Senin, 12 Desember 2011

SEJARAH SINGKAT BAHASA INDONESIA


SEJARAH SINGKAT BAHASA INDONESIA

PERIODE SEBELUM SUMPAH PEMUDA
  • Bahasa Belanda: jalan untuk mendapatkan kepandaian dan derajat yang sama dengan bangsa Belanda.
  • Orang sangat berhasrat mempelajari bahasa Belanda
  • Dr. G. J. Nieuwenhuis menganjurkan penyebaran bahasa Belanda dalam rangka memasukkan pengaruh kebudayaan Belanda ke Indonesia
  • Ditentang oleh sebagian bangsa Belanda karena mereka yakin kepandaian akan mendorong bangsa ini untuk menuntut persamaan hak dan kedudukan.
  • didirikanlah lnlandsch Onderwijs Comisie untuk mewadahi bahasa Belanda bagi bangsa lndonesia.
  • Di lain pihak kaum pergerakan bercita-cita menyusun tenaga rakyat untuk membentuk organisasi yang kuat
  • Mereka mencurahkan perhatian kepada bahasa Melayu yang telah berabad-abad menjadi bahasa perhubungan dan pergaulan (lingua franca) di seluruh Asia Selatan.
  • Mereka menyadari bahwa salah satu alat pemersatu adalah bahasa.
  •  mereka tidak ragu-ragu lagi  memilih bahasa Melayu.
  • Lahir Sumpah Pemuda (bahasa Melayu berubah nama menjadi bahasa Indonesia) dan berkedudukan sebagai bahasa nasional atau persatuan

FAKTOR PENDORONG DIANGKATNYA BAHASA MELAYU MENJADI BAHASA INDONESIA
•      Bahasa Melayu sebagai lingua franca dan bahasa perhubungan dalam perdagangan di seluruh Nusantara.
•      Bahasa Melayu mempunyai sistem yang relatif sederhana .
•      Faktor psikologis, kesediaan menjadikannya sebagai alat pemersatu bangsa.
•      Faktor kesanggupan bahasa itu sendiri, bahasa Melayu tidak mengenal tingkatan bahasa seperti bahasa Sunda dan Jawa  sehingga bahasa Melayu lebih mudah dipelajari

PERIODE SESUDAH SUMPAH PEMUDA—1945  
•      Tahun 1933 berdiri angkatan sastrawan (Pujangga Baru), yang dipelopori oleh tiga A, yaitu Sutan Takdir Alisyahbana, Amir Hamzah, dan Armijn Pane.
•      Bahasa lndonesia mulai tumbuh Melayu modern, yakni bahasa lndonesia.
•      Semangat Pujangga Baru  memicu penyelenggaraan Kongres Bahasa lndonesia I di Solo tahun 1938 yang antara lain menetapkan bahasa Melayu Riau sebagai dasar bahasa lndonesia.
•      Tahun 1942—1945 masa pendudukkan Jepang di lndonesia merupakan masa penting karena  bahasa lndonesia menjadi bahasa utama.
•      Tahun 1942 muncullah satrawan "Angkatan 45" yang membawa corak baru perkembangan bahasa lndonesia yaitu bahasa yang penuh dinamika dalam penataan kata-kata dan kalimat, serta kaya dengan ungkapan-ungkapan dan perbandingan-perbandingan baru yang tidak berbau bahasa klise lagi seperti dalam bahasa Balai Pustaka atau bahasa Pujangga Baru.

PERIODE PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI 1945—SEKARANG
•      Bahasa lndonesia menjadi bahasa resmi atau bahasa negara di Republik lndonesia.
•      bahasa lndonesia menemui kesulitan antara lain:
ü  Kurangnya kata dan istilah yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
ü  Masuknya pengaruh bahasa daerah, bahasa asing yang menyebabkan kekacauan bahasa sebelum lahirnya "Pedoman Umum Pembentukan Istilah" pada tahun 1975.
ü  Kurangnya penelitian bahasa Melayu sebagai dasar bahasa lndonesia oleh para ahli.
ü  Kurangnya buku ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang ditulis dalam bahasa lndonesia
ü  Walaupun mengalami kesulitan, bahasa lndonesia tumbuh dan berkembang terus.
ü  Tahun 1950, setelah kemerdekaan lndonesia diakui Belanda dan dunia internasional, bahasa lndonesia memasuki era baru yaitu menjadi bahasa iptek.
ü  Untuk pembinaan selanjutnya, diselenggarakan Kongres bahasa lndonesia Kedua di Medan  tahun 1954.
ü  Untuk upaya penyeragaman dalam hal tulisan, diresmikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan pada tahun 1972.
ü  Pada tahun 1978 di Jakarta diadakan Kongres Bahasa lndonesia III dengan maksud melakukan usaha pembinaan, penyempurnaan serta penyeragaman bahasa lndonesia.  ahli bahasa terus melakukan pembinaan melalul media massa: TVRI, radio, surat kabar, dan majalah-majalah dengan semboyan "Pergunakanalah Bahasa lndonesia yang Baik dan Benar".
ü  Kongres Bahasa Indonesia IV tahun 1983 di Jakarta
ü  Kongres Bahasa Indonesia V tahun 1988 di Jakarta
ü  Kongres Bahasa Indonesia VI tahun 1993 di Jakarta
ü  Kongres Bahasa Indonesia VII tahun 1998 di Jakarta
ü  Kongres Bahasa Indonesia VIII tahun 2003 di Jakarta
ü  Kongres Bahasa Indonesia IX tahun 2008 di Jakarta

KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
•      Sebagai bahasa nasional sejak Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
•      Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional:
ü  lambang kebanggaan nasional;
ü  lambang identitas nasional;
ü  alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku yang memiliki bahasa daerah dan budayanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan lndonesia; dan
ü  sebagai alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya.
•      Kedudukan dan fungsi bahasa lndonesia sebagai bahasa negara:
ü  bahasa resmi kenegaraan;
ü  bahasa pengantar dalam dunia pendidikan;
ü  alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintahan; dan
ü  alat pengembangan kebudayaan ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar