Esei
Topik : Bagaimana mendaftar ke FKIP Universitas Sriwijaya
Tahapan Calon Mahasiswa FKIP UNSRI
Universitas Sriwijaya adalah universitas negeri satu-satunya di Sumatera Selatan. Berdiri sejak awal tahun 1950-an. Ada banyak fakultas di dalamnya, salah satunya adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Banyak orang yang mengira untuk menjadi mahasiswa FKIP UNSRI adalah suatu hal yang sulit. Namun apakah kenyataannya demikian? Untuk menjawab pertanyaan tersebut bisa dilihat dari penjelasan berikut ini, seputar persyaratan, lokasi/tempat dan cara mendaftar.
Untuk menjadi mahasiswa FKIP UNSRI, calon mahasiswa harus mengikuti seleksi terlebih dahulu. Jalur seleksi yang dapat ditempuh pun beragam, ada jalur SNMPTN, PMP, PBKD, USM, dan Bidik Misi. Setelah lulus seleksi, calon mahasiswa diharuskan memenuhi persyaratan registrasi sebagai berikut: pertama, surat keterangan lulus seleksi. Kedua, surat tanda lulus/Ijazah. Ketiga, Pasfoto berwarna ukuran 2 x 3 dan 3 x 4 masing – masing satu lembar. Selanjutnya, surat keterangan pemeriksaan kesehatan. Kemudian tanda bukti pembayaran biaya registrasi dan materai Rp 6.000,00 satu lembar.
Setelah memenuhi persyaratan diatas, calon mahasiswa akan mendatangai tempat-tempat di Unsri seperti: Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), gedung dekanat FKIP, dan klinik Universitas Sriwijaya. Ketiga tempat itulah yang akan didatangai bagi calon mahasiswa baru guna mendaftar di Fkip Unsri.
Berikut ini cara–cara mendaftar ke Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya. Pertama, seluruh calon mahasiswa membayar uang pendaftaran melalui BNI untuk mendapatkan PIN. PIN itu berguna untuk mengisi formulir secara online. Kedua, formulir tersebut dicetak sebagai bukti bagi pihak universitas. Ketiga, calon mahasiswa membayar biaya Ikatan Wali Mahasiswa (IWM) melalui BNI. Selanjutnya, calon mahasiswa melakukan tes kesehatan di klinik Unsri. Setelah itu, kembali ke BAAK untuk melakukan registrasi ulang dan menyerahkan semua berkas-berkas. Kemudian, mahasiswa diberikan jaket almamater dan langsung berfoto untuk pembuatan KPM.
Kesimpulannya, dengan melihat dari penjelasan di atas kita bisa melihat bagaimana proses mendaftar untuk menjadi mahasiswa Fkip Unsri. Kemudian kita bisa memastikan apakah proses untuk menjadi mahasiswa Fkip Unsri itu mudah atau sulit, tergantung dari niat kita masing-masin
Esei
Topik : Jelaskan proses teknis atau bekerjanya salah satu alat yang anda kenal
Mesin Pengganda Alternatif
Mesin fotokopi adalah suatu alat untuk menyalin kembali dokumen atau ilustrasi. Alat ini menggunakan cahaya, panas, bahan kimia, atau muatan listrik statis. Mesin ini diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh Xerox. Mesin fotokopi menjadi peralatan yang terkenal dan banyak digunakan di dunia bisnis dan kantor-kantor pemerintahan. Sebagai pengganti kertas karbon, mimeograph, dan mesin-mesin produksi lainnya. Tulisan ini membicarakan beberapa bagian dari mesin fotokopi seperti Image temporer, toner, dan transfer image. Bagian tersebut termasuk bagian yang mempangaruhi proses teknis atau bekerjanya mesin fotokopi.
Image temporer adalah semacam film negatif dari aslinya. Di dalam mesin terdapat silinder yang terbuat dari bahan metal konduktif, dilapisi dengan fotokonduktif . Fotokonduktor adalah material yang akan menampung muatan dalam kegelapan, namun akan hilang muatannya jika disinari cahaya. Permukaan silinder secara elektris di-charge/dimuati, kemudian lampu bercahaya dilewatkan di atas image. Area dari image asli yang putih kosong akan memantulkan cahaya itu kembali ke silinder, yang akan membebaskan area itu.
Toner adalah tinta bubuk, dan menempel pada area-area yang ter-charge. Lisitrik statis yang menahan toner ke silinder membuat rambut bisa menempel ke gelembung balon jika rambut dan balon digesekkan selama beberapa waktu untuk menghasilkan muatan listrik. Toner dilelehkan oleh panas dan tekanan roller, untuk menghapus bekas image pada silinder dengan cara menyorotinya dengan cahaya.
Mentransfer image adalah toner yang menempel di lembaran kertas. Setelah menempel, drum harus diletakkan jauh ke dalam mesin, agar tidak kena cahaya, sampai serangkaian cermin memproyeksikan image padanya. Sebuah belt menggerakkan fotokonduktor ke toner dan kertas bersamaan. Silinder dihapus/dibersihkan oleh rangkaian cahaya yang berikutnya dan dibuat agar siap di-charge lagi secara elektrik untuk image selanjutnya.
Kesimpulannya, Untuk memproduksi fotokopi dari dokumen asli. Proses teknisnya dimulai dari Fotokonduktor yang akan menampung Image temporarer. Selanjutnya toner yang dilelehkan oleh panas, dan terakhir mentransfer image yang ditempel dengan toner. Proses bekerja yang tidak terlalu rumit untuk mesin yang berguna bagi manusia. Kelihatannya proses kerjanya jauh lebih rumit dari kertas karbon, mimeograph, dan mesin-mesin produksi lainnya, tapi kenyataannya tak sesulit yang di bayangkan.
Esei
Topik : Pembagian Sastra Indonesia
Sastra di Indonesia
Sastra adalah buah pikiran pribadi dari pengarang yng berupa pengalaman, pemikiran, semangat, dan keyakinan dalam suatu bentuk gambaran yang nyata dam mampu membangun ataupun membangkitkan bangsa. Menurut Sumardjo dan Sumaini(1991:12) definisi sastra yaitu: Sastra adalah seni bahasa, sastra adalah ungkapan spontan dari perasaan yang
mendalam, sastra adalah ekspresi pikiran dalam bahasa, sastra adalah inspirasi kehidupan yang dimateraikan dalam sebuah bentuk keindahan, sastra adalah semua buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang benar dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan dan bentuk yang]mempesona. Sastra Indonesia sendiri, terbagi menjadi tiga, sastra lama, sastra modern dan sastra kontemporer.
Sastra lama adalah sastra yang lahir dan tumbuh pada masa lampau atau pada masyarakat lama. Sastra lama biasa disebut sastra klasik. Sastra lama tumbuh dan berkembang seiring dengan kondisi masyarakat pada zamannya. Oleh karena itu sastra lama mempunyai nuansa kebudayaan yang kental dan memiliki corak yang lekat dengan nilai dan adat istiadat yang berlaku di dalam suatu daerah atau masyarakat tertentu. Dan sastra lama adalah salah satu sejarah yang menjadi acuan sastra baru seperti sastra modern dan kontemporer.
Sastra modern adalah sastra yang muncul dan berkembang setelah masa sastra lama. Sastra modern dimulai ketika terjadi perubahan – perubahan yang mendasar terhadap sifat dan cirri khas sastra yang digunakan masyarakat. Bisa dikatakan pula bahwa lahirnya sastra modern adalah ketika mulaii terjadi perubahan penggunaan media yang digunakan yaitu dari media lisan yang bersifat kuno menjadi menggunakan media tulisan yang lebih modern. Seperti terbitnya novel hingga kumpulan cerpen yang merangsang perkembangan sastra di Indonesia.
Sastra kontemporer adalah sastra pada masa kini yang telah meninggalkan sifat-sifat dan ciri-ciri sastra pada masa sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dengan menjamurnya sastra dalam format ebook yang tidak diterbitkan dalam bentuk buku, hasil sastra inipun dapat dijual dan menjadi sejarah hidup bagi pengarangnya.
Kasimpulannya, sastra di Indonesia telah mengalami perkembangan. Terlihat dari ketiga sastra, sastra lama, modern dan kontemporer yang memiliki perkembangan masing-masing pada zamannya. Terlihat dari bentuk sastra lama yang penuh dengan corak kebudayaan dan menjadi sastra baru yang lebih modern. Terlihat juga pada sastra kontempporer yang berbeda dari jenis-
jenis sastra di masanya.
Esei
Topik : Ujian Nasional (UN)
Kontroversi Ujian Nasional
Ujian nasional masih saja mengundang kontroversi. Ujian akhir yang harus ditempuh semua siswa ini adalah satu-satunya jalan untuk menamatkan siswa dari sekolah dan menuju jenjang yang lebih tinggi. Ujian nasional telah menuai banyak Kontroversi dari masyarakyat, tentunya hal ini tidak bisa kita pandang sebelah mata, sebab munculnya pro maupun kontra pelaksanaan UN bukan tanpa alasan. Tulisan ini akan membicarakan pro dan kontra terhadap ujian nasional, fakta yang terjadi setelah berlangsungnya ujian nasional, dan berbagai problema yang terjadi.
Pro atau setuju diselenggarakannya ujian nasional. Pihak yang mengatakan pro akan ujian ini memiliki alasan karena dengan ujian nasional diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia seperti yang diungkapkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Jika UN ditiadakan, kapan siswa belajar serius dan kapan pemerataan kemampuan antara siswa di Jakarta dengan siswa di Makassar, siswa di Bandung dengan siswa di Medan dst.." Sementara itu, di dalam ujian nasional terdapat banyak aspek positif seperti: menjadikan anak didik untuk lebih giat belajar, membuat agar siswa atau anak didik tidak terlalu bergantung pada guru (belajar mandiri), dan dari pihak guru yaitu agar guru lebih giat lagi dalam mendidik siswanya, serta meningkatkan mutu pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) agar lebih bermutu dan berkompeten.
Pada sisi lain, banyak pihak yang kontra atau menolak diadakannya UN sebagai tolak ukur siswa. Pihak kontra yang menolak UN berpendapat lain, UN dilaksanakan asalkan hal itu hanya digunakan sebagai pemetaan kemampuan siswa pada masing-masing satuan pendidikan. Yang menjadi alasan utama bagi pihak yang tidak setuju adalah UN jangan dijadikan ukuran untuk meluluskan atau menindakluluskan siswa, karena hal ini sudah masuk ke ranah kewenangan guru yang mengetahui hitam atau putihnya peserta didik.
Sementara itu, mendekati ujian nasional bulan maret ini, mendorong pihak-pihak yang peduli pendidikan di Yogyakarta membentuk posko pengaduan ujian nasional 2010, untuk menampung berbagai keluhan masyarakat terkait ujian nasional. Hal itu tak lain dilatarbelakangi anggapan bahwa ujian nasional merupakan kebijakan pemerintah yang salah kaprah, lantaran tidak melihat proses namun lebih terfokus kepada hasil semata. Bahkan data tahun 2009 menyebutkan, sekitar 25 puskesmas di yogyakarta merawat 256 pasien (siswa, guru, ortu) yang mengalami perubahan psikis akibat ujian nasional.
Sejalan dengan pendapat diatas, Memang tiap tahunnya ujian nasional rutin digelar, dan selalu saja diwarnai dengan berbagai problema, beberapa diantaranya ialah tingginya angka ketidaklulusan siswa, pungutan pembiayaan ujian bagi siswa, bahkan hingga maraknya bocoran soal ujian sebelum diujikan. Ditambah lagi pada ujian nasional kali ini, pemerintah telah menaikkan standar kelulusan siswa menjadi 5,5, tanpa memperbaiki infrastruktur pendidikan yang belum merata di Indonesia.
Kesimpulannya, pro dan kontra terhadap ujian nasional sama-sama memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Namun, solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah tetap mengadakan ujian nasional, namun hendaknya nilai ujian nasional tidak dijadikan patokan untuk kelulusan, sehingga para siswa tidak mengalami perubahan psikis akibat ujian nasional.
keren.... kunjungi juga di http://idhylthevirgo.blogspot.com
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusIni esai sastra kan?
BalasHapus